Kimi Raikkonen membuat gempar dunia Formula 1


Kimi Raikkonen membuat kegemparan di dunia Formula 1 pada Selasa (11/9/2018) sehabis ia menginformasikan bahwa ia akan tukar ke tim Alfa Romeo Sauber di musim 2019 dan 2020. Kepergian Kimi berasal dari timnya saat ini, Ferrari, sudah dicurigai oleh banyak orang. Ada rumor bahwa kursi Kimi akan diberikan kepada pembalap muda Monaco, Charles Leclerc, yang saat ini mencalonkan diri untuk Sauber. Kimi diperkirakan akan pensiun pada akhir musim ini, mengikuti jejak teman-teman sekelasnya, Fernando Alonso, yang mengambil keputusan untuk berhenti balap jet. Tetapi tampaknya Kimi sebetulnya sudah diberi tanda tangan kontrak bersama Sauber, tim yang lebih rendah, yang juga merupakan tim pertama yang bertahan di F1 selama dua musim berikutnya.

Keputusan ini tentu saja membuat perbincangan pada jurnalis dan penggemar. Para pecinta Iceman, dijuluki Kimi, puas menyaksikan pembalap favoritnya berjuang untuk jet darat sampai akhir musim 2020. Kemudian pecinta lain juga puas dikarenakan “hiburan” berasal dari radio tim yang disiarkan selama balapan masih tersedia dikarenakan Kimi kerap dikenal tampil saat bicara bersama timnya di radio, yang juga disiarkan di televisi. Di sisi lain, banyak pecinta kecewa dikarenakan mereka yakin bahwa kinerja Kimi saat ini tidak seperti Kimis, yang pernah jadi juara dunia di musim 2007, jadi lebih baik pensiun. Menurut mereka, kursi Sauber juga kudu diberikan kepada pembalap debutan potensial yang masih miliki karir panjang, seperti Antonio Giovinazzi, Antonio Fuoco atau Nyck de Vries.

Kimi mengawali karirnya di ajang jet darat sejak musim 2001 bersama Sauber Petronas. Pada saat itu kedatangannya di F1 cukup kontroversial dikarenakan Finn terlalu tidak berpengalaman, agar ketetapan FIA untuk beri tambahan Kimi Superlisence ditentang oleh beragam pihak. Bahkan, musim pertama di lewati bersama terlalu baik oleh Kimi, yang berada di posisi ke-10 pada akhir penempatan musim. Dia lantas tukar ke tim McLaren-Mercedes selama musim 2002 untuk isi kursi yang ditinggalkan oleh mantan juara Piala Dunia Finlandia Mika Hakkinen. Kariernya jadi makin lama sulit di tim ini. Pada musim 2003 ia terlalu dekat bersama gelar Juara Dunia F1. Perbedaan pada Kimi dan juara dunia Michael Schumacher hanya 2 poin. Kemudian pada tahun 2005 ia juga mengalami musim yang baik dan ia ulang ke tempat ke-2 di posisi terakhir di bawah Fernando Alonso.

Puncak karirnya adalah di musim 2007 saat ia tukar ke Ferrari dan memenangkan piala dunia. Persaingan terlalu ketat sampai akhir musim. Untuk balapan terakhir di Brasil, Lewis Hamilton jadi favorit juara dunia bersama 107 poin. Sedangkan penantang lainnya, yaitu Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen, tiap-tiap miliki 103 poin dan 100 poin. Namun ternyata Hamilton hanya bisa finis di posisi 7 dan Alonso di posisi 3. Sementara Kimi bisa memenangkan lomba, memenangkan 10 poin, ia jadi juara dunia dikarenakan Hamilton dan Alonso hanya terima 109 poin. Setelah musim 2009, Kimi mengambil keputusan untuk meninggalkan Formula 1. Dia coba lebih dari satu tantangan baru, seperti balap reli dan NASCAR, sebelum ulang ke trek landjet bersama Lotus di musim 2012.

Di musim comeback-nya, penampilan Kimi terlalu bagus dikarenakan bisa menempati posisi 3 di klasifikasi akhir. Kemenangannya di Grand Prix Abu Dhabi, bersama bersama wawancara radio berharap timnya untuk diam, jadi momen ikonik sejauh ini. Terakhir kali ia memenangkan perlombaan adalah di tim Lotus, pas di pembuka musim 2013 di Grand Prix Australia. Dimulai bersama musim 2014, Kimi ulang ke roda jet “Prancing Horse”. Bersama bersama Fernando Alonso dan lantas Sebastian Vettel, ia berjuang bersama untuk membawa Ferrari ulang ke dunia kompetisi Piala Dunia. Waktu mesin Turbo Hybrid V6 dijalankan oleh Mercedes sejak 2014 dan kemunduran kinerja Kimi sebagai pembalap mewarnai perjalanan keduanya bersama Ferrari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *