Kejutan Terjadi Lagi di Turnamen Thailand Open 2019


Kejutan berjalan lagi di Turnamen Thailand Terbuka terhadap 2019, tepatnya di sektor tunggal putra. Tunggal putra Indonesia Shesar Hiren mengalahkan keliru satu pemain tunggal pria legendaris dari Tiongkok yang semestinya Lin Dan. Pertandingan karet, Shesar kelanjutannya mengakhiri perlawanan Lin Dan. Shesar kalah 12-21 terhadap set pertama bersama skor memadai banyak negara dan bisa membela Lin Dan. Di set kedua, pemain berusia 25 tahun itu mengalahkan Super Dan (julukan Lin Dan) bersama skor 21-15. Di set penentuan, Shesar lagi bersama skor tukar lurus 21-10 atas lawannya. Shesar punya kecenderungan positif. Juli lalu, tunggal putra memenangkan turnamen Tur Super BWF 100, yang diadakan di Rusia. Harapan besar kami pasti saja bahwa tren positif ini akan berlanjut di turnamen Thailand Open 2019, yang punya cii-ciri dibandingkan bersama Rusia Terbuka yang dimenangkan Shesar. Thailand Open termasuk di dalam kategori World Tour Super 500, tidak heran banyak pemain top berpartisipasi di dalam turnamen ini.

Dengan mengalahkan Lin Dan, Shesar berhasil memperoleh tiket ke perempat final. Di babak delapan besar, Shesar akan bertarung melawan Lee Zii Jia dari Malaysia. Lee mencapai perempat final sehabis mengalahkan Tommy Sugiarto lewat permainan karet. Lee menang bersama skor 21-14, 12-21 dan 21-8 atas Tommy. Dengan jatuhnya Tommy di babak 16 besar, Shesar menjadi salah satu wakil Indonesia di sektor tunggal putra, yang masih bertahan di turnamen ini. Semoga tren positif untuk Shesar akan berlanjut jikalau dia hadapi Lee besok. Semoga bisa mencapai final atau sekaligus berikan kejutan bersama memenangkan Thailand Terbuka tahun ini. Semoga ini akan terjadi, gairah Shesar Hiren Rhustavito. Tunggal putra dari Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, bergegas ke perempat final Thailand Terbuka 2019. Yang menarik, Shesar masuk ke delapan besar sehabis mengalahkan pemain yang ia idolakan sejak kecil, Lin Dan.

Shesar menghalau Lin Dan di babak kedua bersama skor 12-21, 21-15, 21-10, Kamis (1/8/2019). Shesar menyebutkan dia senang menangani keliru satu idolanya. Selain itu, ia bisa menang dan menjelajahi perempat final pertamanya dari turnamen super 500. Di pertandingan pertama, Shesar menyebutkan dia tidak bisa mengendalikan kembalinya bola karena angin di lapangan memadai kuat. Shesar lantas menyontoh pola di permainan Lin Dan di game kedua. Taktik Shesar sebabkan lawan-lawannya tidak menguntungkan. “Ketika saya melihat bahwa dia tidak nyaman bermain, saya konsisten bermain polanya hingga akhir pertandingan kedua. Di pertandingan ketiga saya mencoba untuk menjadi lebih unggul di dalam kecepatan, namun saya tidak menghendaki lari dari bola, menunjuk lebih banyak sabar, “kata Shesar lewat rilis PBSI.

“Karena intervalnya jauh lebih baik, menjadi jadi saya bisa merasakannya, saya lebih percaya diri di dalam menang. Daya tahannya bisa berkurang di game ketiga karena kami bermain bersama bersama sabar dan mencari opsi serangan. Dalam perihal ketahanan,” saya “Saya lebih percaya diri,” jadi Shesar. Pemain ke-34 di dunia itu berpikir bahwa perjuangan melawan Lin Dan akan menjadi sulit. Dia menyebutkan dia senang bersama ujian. “Sekarang saya bisa menang, pasti saja saya senang karena dia adalah pemain idola saya bersama Taufik Hidayat, “kata Shesar Hiren Rhustavito, yang belajar banyak tentang permainan Lin Dan kala dia masih junior. Shesar masih menanti lawan potensial di perempat final pada seniornya, Tommy Sugiarto, atau Lee Zii Jia dari Malaysia.

“Ketika Anda bersua Mas Tommy, kami berdua menyadari kemampuan dan kelemahan satu serupa lain, menjadi itu tergantung terhadap kesiapan lapangan besok,” kata Shesar. “Jika Anda sudah bersua Lee tiga kali. Dalam pertemuan terakhir saya kalah, saya menghendaki belajar lebih banyak tentang video permainan dan bermain maksimal terlebih dahulu, menjadi jangan berpikir tentang kehilangan keuntungan dulu,” kata Shesar tentang lawan di perempat final.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *